Muqaddimah


MEMAHAMI Sîrah (sejarah hidup) Rasulullah SAW beerti memahami Islam itu sendiri, kerana kehidupan Nabi Allah yang terakhir ini adalah contoh hidup dari segala aspek ajaran Islam. Bahkan Nabi sendiri digelar sebagai The Living Qur’an (Al-Qur’an Hidup). Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya tokoh yang mempunyai sejarah hidup paling lengkap. Tidak ada seorangpun tokoh selain baginda yang semua kehidupannya, bahkan juga kehidupan keluarga, para sahabat dan lingkungannya dicatat sedemikian rupa, selengkap-lengkapnya.

Dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 107 Allah SWT menegaskan bahwa kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam.
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau, melainkan untuk
(menjadi) rahmat
bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya’ 21:107)

Kedatangan Nabi adalah rahmat bagi umat manusia, haiwan, tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk lainnya. Rasulullah membawa ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia, bagai `

mana tata cara hubungan manusia sesama manusia, hubungan sesama pemeluk agama, dan hubungan antara agama. Rasulullah mengajarkan tentang persaudaraan, perdamaian, keadilan, tolong-menolong, tata hidup berkeluarga, bertetangga dan bermasyarakat dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW melarang manusia berbuat sesuatu dengan ses
uka hati, sekalipun terhadap binatang. Binatang diciptakan antara lain untuk dimanfaatkan oleh manusia, bukan untuk disakiti atau disengsarakan, dan bukan pula untuk diperjudi dan dipermainkan. Rasulullah mengajarkan, kalau engkau menyembelih binatang ternak, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan dicekik, ditusuk atau dipukul. Sembelihlah dengan pisau yang tajam. Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umat manusia untuk memanfaatkan lingkungan hidup dan menjaga kelestariannya. Dalam peperangan sekalipun, tentera Islam dilarang merusak tanaman-tanaman dan tumbuh-tumbuhan tanpa manfaat.

Akhlak Rasulullah dapat petunjuk secara langsung dari Allah SWT.:

“Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang agung” (Q.S.Al-
Qalam 68:4).

Tatkala ‘Aisyah ra, isteri Nabi, ditanya bagaimana akhlak Nabi, beliau menjawab:

”Akhlaq Nabi adalah Al-Qur’an”. Rasulullah pun menjelaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (H.R. Baihaqi). Dalam hadits lain Rasulullah menyatakan: “Seorang mukmin menjadi mulia karena agamanya, mempunyai kepribadian karena akalnya, dan menjadi terhormat karena akhlaqnya” (H.R.Hakim).

Malah Rasulullah mengatakan: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya” (H.R.Tirmidzi).

Akhlak utama dan mulia itu adalah Akhlaq Rasulullah SAW. Ahmad Muhammad Al-Hufi telah menulis buku menjelaskan bagaimana akhlaq Nabi. Karena tidak semuanya bisa diungkap, Al-Hufi menamai bukunya dengan Min Akhlaq an-,abi (Sebagian dari Akhlaq Nabi). Di antara akhlaq Nabi yang diuraikan oleh Al-Hufi adalah berani, pemurah, adil, iffah, benar, amanah, sabar, lapang hati, pemaaf, kasih sayang, mengutamakan perdamaian, zuhud, malu, rendah hati,
musyawarah, kebaikan pergaulan dan cinta bekerja. Tentu saja semua akhlaq Rasulullah tersebut menjadi tauladan bagi kehidupan kita.

0 Comments:

Post a Comment